Friday, July 5, 2019

TAHUKAH ANDA?, MASA ANAK-ANAK YANG SANGAT BERPENGARUH PADA MASA DEPAN | SADAR PARENTING

PERISTIWA KECIL DI MASA ANAK-ANAK YANG SANGAT BERPENGARUH PADA MASA DEPAN
ditulis oleh : Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog. Seorang Psikolog dari Brilian Psikolog Surabaya yang telah menghasilkan karya buku antara lain BUKU SADAR PARENTING

Beberapa hari yang lalu kami mengadakan pelatihan hipnoterapi klinis, yang kebanyakan di ikuti oleh psikolog klinis yang aktif berpraktik.

Saat sesi Live Therapy, salah satu peserta bersedia menjadi subjek untuk dibantu hambatan dalam dirinya menggunakan hipnoterapi. Sebut saja namanya Bu Neni (bukan nama sesungguhnya).

Bu Neni ingin dibantu untuk mengatasi perasaan kurang percaya diri saat menangani klien, maupun saat mendapat tugas-tugas penting dari instansi pemerintah. Ia mengatakan bahwa bukannya ia tidak mampu, faktanya ia sudah memiliki keahlian yang mumpuni setelah banyak mengikuti pelatihan-pelatihan. Akan tetapi perasaan kurang percaya diri itu masih saja mengganggu.

Saya bertanya bagaimana persisnya "perasaan kurang percaya dirinya " itu, ia mengatakan bahwa ia merasa tidak percaya diri jika tidak ada orang yang mensupervisi dirinya. Ia merasa takut jika ada kesalahan atas hasil kerjanya tersebut.

Lalu saya tanya kembali, apakah ia pernah melakukan kesalahan yang berarti saat menjalankan praktiknya? ia mengatakan tidak pernah sekalipun, bahkan peminta jasanya kembali lagi meminta jasanya di kemudian hari serta mengatakan bahwa hasil kerjanya cukup bagus. Jadi ia berpendapat bahwa ini lebih karena mental block.

Saya bertanya dari 0 sampai 10, dimana 0 adalah sangat tidak percaya diri dalam menghadapi kasus, dan 10 adalah perasaan sangat percaya diri. Ia menjawab ada di angka 6. Goalnya adalah berada di angka 10.

Terapi saya mulai dengan melakukan induksi dave elman agar Bu Neni langsung memasuki kondisi trance yang cukup dalam. Hal ini penting saya lakukan untuk memperagakan bagaimana melakukan regresi kepada klien.

Setelah berada pada kondisi trance yang dalam, saya membantu Bu Neni untuk mencari akar masalah ketidakpercayaan dirinya ini. Hingga sampailah pada suatu peristiwa di masa kecilnya.

Saya bertanya :
"Jika anda sudah sampai pada situasi yang relevan dengan perasaan Anda, maka silahkan gerakan jari telunjuk tangan kanan Anda"

Dan ia pun menggerakan jari telunjuk kanannya.

"Baik Bu Neni, rasanya seperti di dalam ruangan atau didalam ruangan?"

"Didalam.." Bu Neni menjawab

" Pagi, siang atau malam hari saat ini?"

"Malam"

"Apa yang anda lihat?"

"Kakak, buku tulis, pensil..", Bu Neni mulai terisak menangis.

"Laporkan apa yang sedang terjadi"

Singkat cerita Bu Neni mengatakan bahwa ia sedang belajar bersama kakak-kakaknya, dan ia di pukul tangan kanannya oleh sang Ayah karena tidak bisa menulis angka 3.

Neni kecil merasa sangat sedih dan merasa bahwa ia tidak bisa apa-apa, seperti yang di harapkan Ayahnya.

Saya menggunakan teknik forgiveness therapy untuk mengekspresikan perasaan kesal dan sedih Neni kecil kepada sang Ayah. Setelah itu menggunakan gestalt, memanggil introject ayahnya untuk berbicara mengenai "maksud baik" sang Ayah memukul tangan Neni kecil.

Ayah mengatakan bahwa ia menginginkan anaknya menjadi orang sukses di masa depannya. Ia ingin anaknya sekolah yang tinggi dan memiliki kehidupan yang lebih baik. Ia tidak ingin anaknya mengalami kesulitan hidup seperti dirinya. Inilah maksud baik sang Ayah.

Setelah introject Ayah mengungkapkan maksud baiknya ini, ia saya minta memeluk Neni kecil dan meminta maaf atas perbuatannya. Sang Ayah juga memberi "wejangan" untuk Neni kecil agar lebih percaya diri.

Saya kembalikan kehadiran Neni kecil, dan untuk menutup bagian ini, saya meminta Neni kecil untuk menulis angka 3 dengan sangat bagus dan sempurna. Tangan Bu Neni bergerak seolah melukis angka tiga di udara, hingga beberapa kali dengan raut wajah yang penuh ekspresi.

Terakhir saya mengembalikan peran Neni kecil dan kembali pada Neni dewasa. Neni dewasa merangkul Neni kecil dan mengatakan padanya bahwa Neni dewasa selalu ada untuknya.

Setelah semua selesai, saya memberi direct suggestion lalu terminasi.

Saat kembali ke kondisi non hipnosis, Bu Neni benar-benar terkejut bahwa perasaan kurang percaya diri yang disebutnya "mental block" ini, ternyata berasal dari peristiwa yang tidak terlalu penting dan remeh di masa kecilnya. Ia bahkan sudah tidak mengingat peristiwa ini dan bingung kenapa bisa peristiwa itu yang dialaminya kembali dalam regresi.

Peserta lain bertanya tentang bagaimana rasanya berada dalam regresi, Bu Neni mengatakan bahwa rasanya sangat nyata. Ia melihat dengan detil semuanya dan rasanya seperti berada disana, di masa lalu itu, saat ia kelas 1 SD.

Dari sini kita bisa menyimpulkan bahwa kejadian-kejadian yang kita anggap tidak terlalu penting, ternyata dianggap sebagai kejadian penting oleh anak, bahkan dapat memengaruhi kehidupannya secara signifikan.

Anak yang area kritisnya belum terbentuk sempurna sangat mudah menyerap informasi dari luar, terlebih dari orangtuanya yang dianggap figur otoritas. Pada kasus Bu Neni, ia juga mengalami emotional intense yang membuat peristiwa itu membekas kuat dalam ingatannya. inilah yang disebut 'imprint'.

Bu Neni mungkin tidak merepresentasikan seseorang dengan pola asuh yang buruk, namun diluar sana banyak sekali orang dewasa yang mengalami mental block, bahkan gangguan psikologis karena dampak pola asuh yang kurang tepat.

Lalu apakah ini artinya kita tidak boleh kasar dengan anak Pak Danang?

Oh, saya tidak bilang seperti itu. Bahkan bersikap selalu lembut terhadap anak juga akan membuatnya lemah.

Kita perlu menyesuaikan kadarnya yang tepat, dan ini tentu saja tidak mudah. Yah! menjadi orangtua memang tidak pernah mudah. Dan ini tugas mulia dari Tuhan.

Bagaimana menurut Anda?

Yap, jika anda ingin lebih terampil dalam hal Parenting anda boleh dapatkan rahasia parenting yang telah dikupas oleh Psikolog ini silahkan MILIKI SAJA BUKU SADAR PARENTING dengan hubungi WA : 0813.9109.3775 atau klik tombol order dibawah ini :




Regard,
Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog
(Brilian Psikolog Surabaya)

Friday, June 21, 2019

TIPS MEMBALIK SHAMING QUESTION MENJADI KEMENANGAN ANDA

Beberapa hari yang lalu, jelang Hari Raya Idul Fitri, viral ‘Surat Peringatan’ berjudul “HINDARI FRIEND FAMILY SHAMING” dengan mendaftarkan beberapa contoh pertanyaan yang beresiko mempermalukan seperti “Kapan nikah?” “Kok belum punya anak?” "Wah Rambutmu Sudah Ubanan?" dsb.

Sayangnya surat peringatan tersebut tidak disertai dengan tips merespon shaming question tersebut. Akibatnya, setiap orang lalu membuat teknik responnya masing-masing sesuai dengan karakter mereka. Ada yang dengan cara mengekspresikan kemarahan yang agresif, ada yang dengan cara diam, menjawab sinis, dsb.

Apapun respon Anda terhadap shaming question, bagi saya bukanlah hal penting dan utama. Pertanyaan pentingnya “Apa yang Anda inginkan terjadi melalui respon Anda itu di tengah acara silaturahmi keluarga dan sahabat yang semestinya penuh kekeluargaan, keakraban dan kegembiraan?”

Mari kita analisa beberapa skenario respon terhadap stimulus ‘shaming question’ yang sama. Misalnya, ada pertanyaan polos dengan niat baik dari kerabat atau teman “Kapan nikah nih? Inget umur lhoo…” terhadap seorang kerabat atau teman perempuan yang sudah berusia di atas 35 tahun.

Ada beberapa pola kemungkinan respon:

- Respon Pasif: “Ehh, nggak tau…” (tidak bisa merespon dan ‘mati-gaya’ dan lalu sakit hati dan hilang selera makan. Hehe...).

- Respon Agresif: “Nggak sopan kamu nanya begitu!” Plakk‼ (sambil tamparan hinggap di pipi si penanya. Setelah itu kemungkinan langsung terjadi huru-hara di acara yang seharusnya penuh keakraban itu).

- Respon Pasif-Agresif: “Eeh, belum nih. Aku nggak punya keberanian kayak kamu yang nekad hamil duluan biar bisa nikah cepet.” (sambil tersenyum sinis dan meninggalkan si penanya. Bisa jadi suasana langsung hening...!).

- Respon Asertif: “Memangnya kalau aku nikah kamu mau kasih kado apa sih? Sori saya belum bisa jawab ya…” (dengan wajah ramah dan senyum manis).

Catatan: respon asertif sebenarnya sudah cukup baik untuk mengcounter shaming question. Namun saya menawarkan respon yang kiranya lebih baik lagi:

- Respon Positif-Empatik-Rendah Hati (saya singkat PER): “Wah, aku memang nggak (belum) seberuntung kamu nih. Salut, kamu bisa dapat pasangan ideal, dan sekarang punya keluarga yang sukses dan bahagia pula. Apa sih rahasianya…?” (Ucapkan dengan antusias, tulus dan gembira, dan kemudian simak apapun jawabannya. Lalu perdalam jawabannya dengan pertanyaan-pertanyaan kecil lanjutan namun sesuaikan dengan konteks situasi. Setelah dirasa cukup, alihkan ke topik lainnya yang lebih umum).

Dengan teknik respon ini, maka yang terjadi kemudian adalah:

- Pertama, si penanya kemungkinan tak menduga bahwa pertanyaannya yang cenderung bernada prihatin dan bahkan merendahkan, malah dibalas secara positif dengan sanjungan.

- Kedua, karena Anda menjawab dengan antusias dan gembira, orang-orang di sekitar Anda tidak menganggap Anda bermasalah dengan kondisi Anda. Anda dinilai baik-baik saja, bahkan sangat baik.

- Ketiga, karena fokus pembahasan Anda alihkan kepada dirinya, maka Anda tak lagi menjadi pusat perhatian. Latih kemampuan untuk dengan cepat mengetahui hal positif, minat, kesukaan dan keunggulan-keunggulan dari teman bicara. Inilah bahan untuk mengubah fokus.

.......

Dengan teknik berespon yang sederhana namun positif seperti di atas, Anda sesungguhnya telah memberikan mereka apa yang mereka butuhkan secara psikologis sebagai manusia. Paling tidak Anda sudah mengespresikan 5 prinsip sukses untuk komunikasi antar-pribadi. Mari kita bahas satu per satu:

1. Karena Anda mengalihkan fokus pembahasan dari diri Anda kepada dirinya dan bahkan lebih berminat menyimak tentang dirinya, Anda telah melakukan prinsip ini: “Minat dan perhatian seseorang kepada orang lain tidaklah sebesar terhadap dirinya sendiri“. Efeknya, mereka menjadi bersikap positif dan menyukai Anda.

2. Karena Anda telah dengan tulus memujinya, anda memenuhi prinsip ini: “Setiap orang ingin dan suka dihargai”. Inilah kebutuhan dasar setiap orang sebagai mahluk social. Harigailah secara proporsional, tidak kurang dan tidak berlebihan. Maka kenangan baik tentang Anda akan tersimpan di benak dan hatinya.

3. Karena Anda telah melekatkan label ‘SUKSES dan BAHAGIA’ kepadanya, Anda telah menerapkan prinsip ini: “Semua orang ‘normal’ mendambakan tiga hal utama dalam hidupnya: menjadi Bahagia, Sehat dan Sukses”. Jadi, lekatkanlah minimal satu dari tiga hal tersebut kepada siapapun teman bicara Anda atau keluarganya, ia akan tersanjung dan merasa gembira. Bisa jadi mereka akan balas memuji Anda. Tapi ingat, lekatkan secara natural dengan alasan yang masuk akal dan tidak lebay. Contoh pernyataan lebay: “Kamu sehat bangeet!” terhadap seseorang de facto obesitas. Lebih baik puji dengan kata “Wah, keliatan makin sukses nih!” Tanpa perlu menyinggung soal tubuhnya yang semakin gemuk.

4. Karena Anda telah memperhatikan ceritanya dengan penuh minat dan antusias, Anda telah mengimplementasikan prinsip sukses komunikasi ini: “Kita mudah menyukai dan akrab dengan orang yang punya kesamaan minat dengan kita dan menyukai kita dengan tulus”.

5. Dan karena Anda bertanya meminta saran kepada orang yang mengomentari Anda, Anda pun telah memenuhi prinsip sukses ini: “Kebanyakan dari kita lebih suka mengajar orang lain ketimbang diajari.”

Dengan teknik jawaban Positif-Empatik-RendahHati (PER) seperti di atas, saya percaya si penanya dan siapapun yang mendengar respon Anda mungkin sekali akan menjadi ‘jatuh hati’ pada Anda. Anda tetap terhormat dan menjadi sang ‘Bintang’ di dalam pertemuan itu, bahkan bisa jadi ada yang diam-diam lalu mengagumi Anda… ;)

Pondasinya ada pada sikap dan perilaku positif, empatik dan rendah hati. Inilah membuat Anda diterima dan disukai oleh siapapun juga. Jika masing canggung belum biasa, lakukan dan nikmati saja. Lama-lama akan terbiasa.

Saya percaya dengan sikap dan perilaku positif, empatik dan rendah hati, diri Anda bukannya menjadi rendah tetapi malah tinggi dan mulia di mata dan di hati setiap orang yang berinteraksi dengan Anda.

Akhirnya, selamat bersilaturahmi dengan keluarga dan para sahabat Anda di hari Raya Idul Fitri yang indah ini…

di tulis Oleh: Frans Budi Santika (Professional Communication Trainer & Coach)

Sunday, June 9, 2019

Idul Fitri 2019 Moment Tepat Sambung Silaturahmi Pasca Pilpres 2019

Buat Umat Islam, tentu hari Rabu tanggal 5 Juni 2019 merupakan hari yang sangat membahagiakan, karena pada hari itu seluruh umat Islam seluruh dunia atau setidak-tidaknya umat Islam di Indonesia merayakan hari Raya Idul Fitri, sebuah hari yang hadir setelah umat Islam melaksanakan puasa selama satu bulan yaitu Bulan Ramadhan.

Idul Fitri memang hari yang sangat special bagi umat Islam Indonesia khusus, dimana sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia bahwa setiap datang Idul Fitri selalu menyempatkan untuk pulang kampung halaman untuk mengunjungi dan berbagi THR, berbagi kebahagian untuk orang-orang terkasih seperti Orang tua, keluarga, saudara, sanak family yang pada hari-hari biasa jarang dilakukan.  

Idul Fitri tahun 2019 ini, sedikit berbeda dengan tahun tahun-tahun sebelumnya, perbedaan tersebut yaitu karena pada tahun ini Idul Fitri Negara Kita Indonesia baru saja merayakan pesta demokrasi  dari mulai memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat Tingkat Kabupaten hingga Pemilihan Calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Periode 2019 - 2024. salah satu dampak dari pesta demokrasi tersebut tidak jarang terjadi perselihan, perbedaan pendapat yang sedikit banyak perpengaruh terhadap hubungan persaudaraan, Persahabatan, pertemanan dan lain-lain, sehingga Idul fitri 2019 ini menjadi moment yang sangat tepat untuk merekatkan dan menyambung kembali tali silaturahmi persaudaraan, Persahabatan, pertemanan yang sempat renggang kemarin pasca pesta demokrasi. 

Idul Fitri 2019 ini semoga mampu menyatukan kembali Para Tokoh Nasional, Para Politikus, Para Ulama, Para Pengusaha, tidak ketinggalan Para Jomblo dan seluruh Masyarakat Indonesia yang sempat retak akibat berselisih, bersitegang akibat berbeda pilihan saat Pilpres 2019 ini sehingga bangsa ini menjadi semakin kokoh, kuat bersatu sebuah bangsa yang adil dan makmur bagi seluruh rakyatnya. 

Jokowi Prabowo Capres Cawapres Pilpres 2019
sumber gambar Jokowi Prabowo Capres Cawapres Pilpres 2019  dream.co.id


Sunday, March 17, 2019

Perbedaan Pendapat dan Argumen


Kali ini corat coret Erwin Suna membahas tentang Perbedaan Pendapat dan Argumen kondisi inilah yang saat ini pernah dan sedang kita alami, khusus di tahun politik ini, tidak jarang kita lihat banyak orang terlibat dan terjebak adu urat leher akibat perbedaan pilihan, masing-masing merasa pilihannya yang benar, sementara yang lain salah. sehingga terkadang hal ini sampai menyebabkan persahabatan menjadi renggang, persaudaraan menjadi rentan, pasangan menjadi uring-uringan dan pertemanan menjadi menjauh, iya kan ?

Perbedaan Pendapat

nah bicara soal perbedaan ada cerita menarik yang mengisahkan tentang seorang pemahat bernama Pygmalion, berikut cerita selengkapnya.

"Alkisah di sebuah pulau, hiduplah seorang pemahat bernama Pygmalion. Dia memutuskan untuk membaktikan seluruh sisa hidupnya pada bidang seni dikarenakan ketidakmampuannya menemukan wanita yang sesuai dengan impiannya. Sebongkah batu pualam murni didatangkan ke studionya, dan dari batu itu ia memahat dan jadi sebuah karya yang menyerupai seorang wanita cantik dengan wajah cerah rambut hitam terurai tanpa uban - sebuah sosok yang menggambarkan segala sesuatunya yang dianggapnya cantik menurut dirinya. 



Pygmalion begitu mencintai ciptaannya, sehingga dia berdoa kepada Dewi Aphrodite untuk membantunya menemukan wanita yang menyerupai kecantikan pahatannya itu. Namun, Dewi Aphrodite sadar bahwa hanya patung itulah yang benar-benar mirip dengan gambaran mental yang ada di benak Pygmalion tentang kriteria wanita yang cantik menurut dirinya. Tidak akan ada yang bisa memuaskan Pygmalion kecuali patung itu sendiri. Oleh karena itu Dewi Aphrodite memberikan nafas kehidupan pada patung tersebut. Pygmalion menamai wanita dari pualam tersebut Galatea dan menikahinya, menikahi karya ciptaannya sendiri"

Pygmalion bukanlah satu-satunya orang di dunia ini yang memiliki standar kriteria berbeda tentang apa yang pantas disebut cantik atau tidak cantik. Kita semua masing-masing memiliki keyakinan apa yang disebut sebagai cantik, pintar, bagus, baik, benar, salah, sopan, tujuan baik dan sebagainya. 

Dalam beberapa hal terkadang kita mirip dengan Pygmalion. Kadang dengan sengaja, dan seringkali tanpa disadari, kita mengilhami dunia di sekeliling kita dengan gagasan kita sendiri mengenai bagaimana dunia itu, atau bagaimana sebaiknya dunia berjalan. Setiap kali kita berkomunikasi dengan orang lain, apa yang kita sampaikan adalah ungkapan, manifestasi dari keyakinan yang mencerminkan gambaran pribadi tentang dunia kita tentang dunia. Seperti halnya Pygmalion, bila anda piawai berkomunikasi maka anda pun berusaha menanamkan keyakinan atau standar anda ke dalam diri lawan bicara anda. 
Perbedaan Pendapat

Perbedaan Pendapat dan Argumen

Banyak orang yang kadang berperilaku seperti Pygmalion. sering kita jumpai Seseorang yang  menilai sesuatu dengan standar dirinya, jika tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan atau pikirkan maka cenderung menilai orang lain salah dirinyalah yang benar, padahal kalau kita benar bukan berarti orang lain salah, terkadang itu disebabkan karena sudut pandang dan pengetahuan yang berbeda saja yang menyebabkan Perbedaan Pendapat dan Argumen.

Demikian juga dalam kehidupan sehari hari terkadang Orang tua pun dalam mengasuh anak seringkali memaksakan model dunianya ke dalam kehidupan anaknya. Melupakan bahwa setiap individu adalah unik dan memiliki kriteria masing-masing mengenai model dunianya. Intinya, alih-alih menawarkan fleksibilitas, mereka justru membelenggu model dunia orang lain dengan model dunianya sendiri. Seolah orang lain dan anak harus menjadi kloning dirinya.

untuk itu seyogyanya Perbedaan Pendapat dan Argumen tidaklah sampai menjadikan rengangnya persahabatan, putusnya persaudaraan, saling menghargai dan memahami Perbedaan Pendapat dan Argumen akan membuat hidup lebih damai dan nyaman. 


Saturday, February 23, 2019

Takdir Allah selalu yang terbaik

Al Khair Khairutullaah atau Takdir Allah selalu yang terbaik, Pilihan Allah merupakan  yang terbaik. Tidak ada kesia-siaan dalam Allah menciptakan sesuatu untuk hamba-Nya, tidak jarang seseorang tertimpa takdir yang menyakitkan yang tak  disukai oleh dirinya, kemudian dia tak  bersabar, merasa sedih dan mengira bahwa takdir tersebut merupakan  sebuah pukulan yang akan memusnahkan setiap harapan hidup dan cita-citanya. Akan tetapi, sering kali kita melihat dibalik keterputus-asaannya ternyata Allah menganugrahkan kebaikan kepadanya dari arah yang tak  pernah ia sangka-sangka.
Sebaliknya, terkadang kita melihat pula  ada orang yang berusaha dalam sesuatu yang kelihatannya baik, berjuang mati-matian untuk mendapatkannya, tetapi yang terjadi merupakan  kebalikan dari apa yang dia inginkan.

"Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tak  mengetahui."(QS. Al Baqarah: 216)

Takdir Allah selalu yang terbaik
Takdir Allah selalu yang terbaik

Mungkin kisah cerita ini bisa jadi pembelajaran berharga bagi kita walaupun kebenaran cerita ini belum diketahui shahihnya namun kita bisa memetik pelajaran berharga dari cerita ini bahwa pilihan Allah merupakan  yang terbaik.

Suatu masa, ada seorang raja yang wajahnya tampan, rambutnya hitam tanpa uban, dan sang raja pun sangat menyayangi dan memperhatikan rakyatnya, setiap kali rakyatnya mendapat musibah sang raja selalu mengatakan Al Khair Khairutullah, pilihan Allah merupakan  yang terbaik, mendengar perkataan sang raja kepada rakyatnya maka menjadi lapanglah hati rakyatnya.

Suatu ketika sang raja mendapatkan  musibah jemari tangannya terputus, kemudian ia menyampaikan kepada salah seorang menteri yang paling raja sayangi, dan kemudian menteri tersebut menyampaikan kepada sang raja yaitu perkataan yang biasa sang raja katakan pada rakyatnya saat mendapatkan musibah, Al Khair Khairutullah, pilihan Allah merupakan  yang terbaik.

Mendengar apa yang disampaikan sang menteri tersebut, sang raja menjadi murka, marah sekali dan memerintahkan pasukannya untuk memasukan sang menteri kedalam penjara.

Singkat cerita, Suatu hari sang raja bersama pasukannya pergi berburu, dan tak disangka mereka tersesat jauh ke dalam hutan dan celakanya lagi sang raja dan pasuknya ditangkap sekelompok manusia penyembah roh. Satu persatu pasukan sang raja di sembelih untuk di persembahkan kepada dewa oleh penyembah roh tadi, hingga sampailah giliran sang raja, sebelum menyembelih mereka memeriksa seluruh anggota tubuh sang calon persembahanya terlebih dahulu, dan merekapun melihat jari sang raja yang ternyata kurang satu akibat terputus saat terkena musibah sehingga mereka tak  jadi menyembelih sang raja untuk di persembahkan karena dianggap cacat. akhirnya sang raja pun selamat dan merekapun melepaskannya, sehingga sang raja bisa kembali ke istananya.

Sesampainya di Istana Sang Raja segera memerintahkan pasukannya untuk segera membebaskan menteri yang ia penjarakan sebelumnya,  dan kemudian sang raja segera menemui sang menteri tersebut, meski terlihat agak kotor dengan wajah kusam kurang cerah karena dipejara kurang terurus dengan baju yang seadanya dan rambut yang berantakan sehingga terlihat banyak ubannya dan tetapi sang menteri terlihat tegar dan sabar, kemudian terjadi percakapan keduannya antara sang raja dengan sang menteri tadi,

Sang raja
Wahai menteriku benar apa yang telah engkau katakan Al Khair Khairutullah, pilihan Allah merupakan  yang terbaik”, kemudian sang raja pun menceritakan apa yang telah terjadi pada saat berburu ke hutan kepada sang menteri tadi.

Dan sang raja pun bertanya pada sang menteri tersebut, “lalu apakah penjara merupakan  yang terbaik pilihan Allah bagimu?, 

Sang menteri : 
Benar wahai Saja raja, Al Khair Khairutullah, pilihan Allah merupakan  yang terbaik.

Sang raja : 
Terus apakah hikmahnya dipenjara bagimu wahai sang menteri?

Sang Menteri : 
Seandainya saya tak  masuk penjara tentu saja saya akan ikut bersama sang raja untuk berburu ke hutan dan tentunya saya akan disembelih bersama pasukan lainnya. namun Allah menyelematkan saya dengan memasukkan saya ke dalam penjara.

Demikianlah pembacaa yang budiman, bahwa apa yang tampak pahit menurut manusia, ternyata penuh kebaikan di hadapan Allah dan ternyata berakhir kebahagiaan tiada terkira menjadi anugerah yang begitu berharga.

Allah maha mengetahui, sedang manusia tak  mengetahui. Selain cerita diatas tadi, kisah sejenih ini pun juga pernah penulis alami, tentang sebuah hikmah dibalik kejadian.

Saat itu saya menjadi seorang karyawan pada sebuah perusahaan swasta, entah kenapa perusahaan tempat saya bekerja bangkrut, perusahaan tidak mampu membayar gaji pegawainya selama beberapa bulan dan perusaahaan tersebut tutup, semua karyawannya mau tidak mau harus mencari pekerjaan baru, begitu juga dengan saya, dan akhirnya saya pun memutuskan untuk pulang kampung halaman saja, dan tanpa di sangka-sangka  ternyata setelah tinggal di kampung  saya justru keterima menjadi sorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebuah profesi yang diimpikan oleh sebagian banyak orang, meskipun saat itu gajinya lebih kecil dibanding saat bekerja di swasta, namun suasana tinggal dikampung dan dekat bersama keluarga membuat saya jauh lebih nyaman.  

Semoga pembaca semua juga bisa mengambil setiap hikmah dari setiap kejadian dan semoga kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur, selalu berprasangka baik kepada Allah, tangguh atas setiap ujian sehingga hidup menjadi lebih bahagia, selalu sehat tidak mudah sakit, dan anda tentu masih ingat saat sekolah dulu, bahwa setiap mau naik kelas selalu melewati ujian, jika kita lulus maka akan naik kelas, jika tidak lulus akan tinggal kelas, masih ingat bukan?.

Begitu juga yang sedang anda alami saat ini, insyaallah yang terbaik menurut Allah. karena Takdir Allah selalu yang terbaik.

Monday, December 24, 2018

Si Pemalu yang Lancar Story Telling

Erwin Suna - Public Speaking atau berbicara didepan umum memang suatu keterampilan yang sangat dibutuhkan bagi siapa saja yang ingin naik kelas, apapun profesi anda pasti suatu saat anda dapat giliran untuk berbicara di depan umum, dan saat itulah waktu terbaik untuk tunjukan kemampuan dan promosikan diri anda. 

Apa jadinya jika kesempatan yang sangat berharga untuk promosikan diri anda dengan disaksikan banyak orang tapi ternyata anda tidak mampu tunjukan kemampuan anda dan moment yang semestinya sebagai waktu yang pas buat promosi diri ternyata justru membuat anda malu, tentu anda tidak mau kan?.

Ilustrasi Grogi Public Speaking


Nah ngomong – ngomong public speaking, di salah satu kelas Public Speaking yang saya selenggarakan tidak jarang saya temui peserta yang sebelumya merasa malu, minder, grogi saat di minta berbicara didepan umum namun setelah mengikuti training saya yang didalam ada sesi therapy buka simpul malu membuat rasa malu, gugup dan grogi menjadi berkurang bahkan hilang.
Setelah sesi therapy buka simpul malu kemudian peserta diberi kesempatan untuk praktek dan hasilnya Wow, mereka yang sebelumnya merasa malu, gugup dan grogi kini menjadi berani dan lancar berbicara didepan umum.

Ada pengalaman menarik Saat saya menjadi Fasilitator Traning Public Speaking bersama Mahasiswa Fakultas MIPA Universtas Jenderal Soedriman beberapa waktu lalu. saat sedang praktik publik speaking salah seorang peserta menggunakan salah satu metode yang baru saja di sharingkan yaitu menggunakan teknik Story telling dan penuh ekspresi.

Perserta tersebut bercerita tentang pengalaman berharganya saat masih remaja, seperti pada umumnya masa-masa remaja biasanya seorang remaja lebih asik dengan dunianya sendiri, bermain gadget dan teman-teman sebayanya sehingga mereka terkadang melupakan bahkan mengabaikan lingkungan keluarganya.

Ilustrasi  Pede Public Speaking

“................................ Dulu saya senang sekali bermain game, gadget dan bermain sama teman-teman sebaya saya, saat dirumah seharian saya dikamar terus sambil pegang gadget, saya mengabaikan lingkungan keluarga, ibu yang sibuk mengurus pekerjaan rumah, adik-adik yang menangis minta tolong dibuatkan susu dan ayah yang mengingatkan untuk belajar dan sholat sering kali saya abaikan, setiap perintah dan panggilan mereka biasanya saya abaikan atau hanya merespon dengan kata “hmm” dan itu berlangsung setiap hari. Hingga tidak jarang membuat ayah dan ibuku menjadi marah. Dan setiapkali ayah dan ibuku mengingatkan bahwa apa yang saya lakukan itu kurang bermanfaat buat masa depan saya, saya selalu berfikir kalau ayah dan ibuku cerewet, galak dan pemarah sampai kadang saya merasa benci.  

Hingga Suatu hari ibuku sakit dan akhirnya dipanggil untuk selamanya oleh Allah yang maha kuasa, saat itu saya baru rasakan dan tersadar betapa berharganya ibu yang dengan penuh kasih sayang, memeluku, membimbingku,  mengigatkanku kini telah tiada, maka saya berpesan  untuk kalian yang masih punya keluarga baik ibu, bapak atau saudara nikmatilah masa-masa bahagia memiliki keluarga. 

sesibuk apapun waktumu sempatkan lah berbagi, bercengkerama dengan mereka karena anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi pada saat yang akan datang, anda akan merasakan begitu berharganya Ibu, Bapak atau saudara anda ketika anda sudah tidak memilikinya, jangan sampai anda menyesal karena pada saat anda merasa menyesal maka anda sudah terlambat...................Terima kasih Wasalamulaiakum wr wb. ” 

Peserta lain yang menyaksikan praktik public speaking dengan teknik story telling tersebut terhipnotis dengan penampilannya, dan secara tidak sadar pesannya pun menembus pikiran bawah sadarnya sampai sebagian peserta yang menyaksikan berkaca-kaca matanya bahkan ada yang harus mengambil tisu untuk mengusap lelehan air matanya, mereka terkesima dan tercengang karena penampilannya mulai dari gesture, ekspresi wajah cerah untuk menggambarkan kegembiraan dan dengan cepat beralih ke ekspresi wajah sedih untuk menggambarkan kesedihanya,  hingga materi dan pesan yang disampaikannya, karena mereka tahu sebelumnya peserta tersebut pendiam dan pemalu, mereka pun segera memberikan tepuk tangan kagum luar biasa.

Itulah sekilas kisah dari tekape kelas training public speaking bersama Erwin suna, Nah untuk anda yang masih merasakan canggung, malu grogi saat berbicara depan umum, tidak ada salahnya Ikuti kelas public speaking.

Anda boleh hub 0852.9178.5555 untuk Selenggarakan Kelas Public Speaking atau.


Friday, November 23, 2018

Mutiara Itu Bernama Cengkeh

Motivasi -  Kisah inspiratif berikut ini ditulis Dr. Ali Rokhman, Rektor Institut Teknologi Telkom Purwokerto dan Dosen Universitas Jenderal Soedirman, semoga dapat menginspirasi kita semua.
-----------------
Suatu pagi saya dibangunkan oleh suara adzan yang berkumandang, tanda waktu subuh telah tiba. Suara muadzin terdengar lantang asholaatu khoiru minannouum…..

Dalam langkah saya ke masjid sayup-sayup terdengar suara puji-pujian dari masjid yang jauh entah di sebelah mana.

Mendengar puji-pujian ingatanku melayang ke jaman saya kecil di kampung halaman. Dulu waktu SD suara puji-pujian selalu mengiringi saya ketika berangkat ke kebun Gunung Buntu dan Sindang, di atas Waduk Penjalin. Kadang harus berlari ingin segera sampai di kebun, apalagi kalau malamnya habis turun hujan. Untuk apa? Untuk nutur (memungut) cengkih. Sambil memegang obor minyak tanah yang bikin cemang-cemong muka, kami bersemangat untuk memungut cengkih yang jatuh di bawah pohon. Jika hujan biasanya biji cengkih yang jatuh lebih banyak, dan ini menambah nafsu kami untuk cepat-cepat beraksi. Satu persatu kami pungut, ditaruh sementara di plincuk, yang terbuat dari daun salak. Jari kami sudah terlatih, lincah sekali memungut cengkih di kebun yang kadang becek diterangi obor yang kadang tertiup angin melambai-lambai bagaikan tarian untuk menyemangati kami.

Musim cengkih adalah peristiwa yang sangat dinantikan oleh warga desa kami, Winduaji, kecamatan Paguyangan, Brebes. Mayoritas penduduk bermata pencaharian di percengkihan. Bapak saya jadi petani sekaligus pengepul cengkih. Punya beberapa kebun yang tidak begitu luas, lokasinya terpencar, dan kebanyakan di daerah pegunungan, yang aksesnya harus dengan kemampuan untuk tracking dan mendaki pegunungan. Biji cengkih yang jatuh tidak hanya pagi saja yang dipungut, sore hari juga dipungut, apalagi jika baru kena terik matahari kemudian turun hujan. Biji cengkih banyak yang berjatuhan.

Tahun tujuh puluh sampai delapan puluhan adalah massa kejayaan desa kami. Gemah ripah loh jinawi kami rasakan. Tatkala musim cengkih pasar desa menjadi lebih ramai. Banyak pedagang dari luar kota datang ke pasar menawarkan berbagai macam barang dagangan. Kadang ada yang diselingi dengan hiburan berupa sulap, silat atau akrobat. Desa kami menjadi magnit, jika musim cengkih sedang bagus, rumah kami penuh dengan cengkih, banyak karyawan musiman yang datang. Rumah jadi semarak dengan aktivitas penuh karyawan mulai dari pemetik, pemungut (penutur), penjemur, dan ada yang bertugas khusus untuk mrithil yakni memisahkan biji cengkih dari tangkainya.

Saya masih ingat, makmurnya desa kami karena cengkih jadi membuat takabur para warga kami. Standar hidup menjadi meningkat. Bahkan ada yang menganalogikan telur itu ibarat boled (ketela rambat). Bahkan waktu itu wisata warga kami ada yang sampai ke Bali, dengan biaya per orang waktu itu Rp 25.000,- sangat-sangat mahal bagi orang kebanyakan, namun orang desa kami mampu membayarnya.

Jika musim cengkih tiba, teman-teman sekolah saya banyak yang tidak masuk, karena membantu orang tuanya ngurusi cengkih, ada pula yang sampai keluar, tidak mau sekolah lagi, keasyikan bergelut dengan cengkih. Kalau dibuat grafik, per tahun, teman SD saya semakin turun trend jumlahnya, tergerus oleh musim cengkih.

Namun, awal tahun sembilan puluhan kondisi mulai berubah. Harga cengkih tidak sexy lagi. Disamping produktivitas tanaman cengkih yang menurun, karena tidak ada peremajaan, harga cengkih tidak bersahabat dengan petani. Bahkan ada kebijakan pemerintah yang monopolistis, mengharuskan cengkih harus dijual pada pihak tertentu, dengan harga yang sudah ditentukan. Saya masih ingat, betapa sulitnya bapak saya waktu itu untuk mencari orang yang mau disuruh untuk memetik cengkih, walaupun upahnya 50 persen dari cengkih yang dipetik. Tidak ada yang mau, karena harga jualnya sudah terjun bebas.

Cengkeh
Cengkih yang tidak dapat diandalkan oleh warga desa kami inilah yang membuat saya berpikir, masa depan saya bukanlah di cengkih. Walaupun saya dibesarkan oleh orang tua petani dan pedagang cengkih, saya berkesimpulan, harus ganti haluan, say goodbye ke cengkih. Saya harus kuliah dengan sungguh-sungguh, bila perlu sampai pendidikan tingkat yang paling tinggi.

Kegagalan ekonomi desa kami telah memacu semangat saya dan memantapkan langkah, bahwa hanya dengan pendidikan nasib akan berubah, masa depan akan lebih baik. Alhmamdulillah selepas kuliah S1 di Fisip Unsoed, saya diterima untuk mengabdi di almamater menjadi dosen. Selanjutnya langkah-langkah untuk menggapai mimpi mulai terbuka, dapat kesempatan untuk kuliah S2, dan bahkan dapat beasiswa untuk sekolah doktor di negeri Sakura, Jepang dan berlanjut ke program post doctoral. Saya menjadi alumni FISIP pertama yang menjadi dekan di almamater. Dan sekarang saya sedang mengemban amanah menjadi Rektor Institut Teknologi Telkom Purwokerto.

Ditulis oleh Dr. Ali Rokhman, M.Si Pada Hari Kamis 22.11.2018.  dalam  Perjalanan kereta menuju Jakarta dalam perjalanan ke Central China Normal University, Wuhan, Hubei, Republik Rakyat China. Diundang untuk mejadi pembicara tamu pada seminar internasional.

Semoga kisah Dr. Ali Rokhman, M.SI tersebut dapat menginspirasi kita semua, semoga bermanfaat. salam

Dari Cerita tersebut, bisa kita ambil pelajaran antara lain :

Tak seorangpun yang dapat menjamin keberlangsungan suatu keadaan, maka hanya dengan membekali diri untuk menghadapi suatu perubahan adalah pilihan yang bijak. ada sebuah ungkapan "Jangan Pernah Menaruh semua Telur  dalam satu keranjang"


TAHUKAH ANDA?, MASA ANAK-ANAK YANG SANGAT BERPENGARUH PADA MASA DEPAN | SADAR PARENTING

PERISTIWA KECIL DI MASA ANAK-ANAK YANG SANGAT BERPENGARUH PADA MASA DEPAN ditulis oleh : Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog. Seorang Psikolog...