Friday, September 28, 2018

Target Boleh Kaku, Cara Harus Flexible

Erwin Suna - Ada ungkapan Life is a Choice. Hidup adalah tentang proses memilih 2 hal atau lebih yang terkadang saling bertolak belakang. hal ini seringkali terjadi saat dimana kita memulai Proses pencapaian sesuatu yang lebih baik, lebih tinggi atau lebih maju setidaknya menurut pelakunya.

adanya pilihan tidak jarang membuat kita menjadi bingung, mau pilih yang ini atau yang itu, tidak jarang kita dapati jawaban seperti ini "Kalau bisa sih dua-duanya".

bayangkan saja anda sedang berpetuang dialam bebas bersama teman-teman anda, saat itu anda dan teman-teman anda berada di lapangan yang luas dengan bertabur hamparan rumput hijau dan semak yang menjulang, kemudian anda melihat dua ekor kelinci yang lucu dan nggemesin sedang bermain berkejaran, lancar terbesit dipikiran anda ingin memiliki kedua kelinci itu, padahal saat itu juga ada beberapa orang yang juga menginginkannya tersebut.  karena dikejar ramai-ramai kelincipun lari kesana kemari, yang satu lari kekiri masuk ke hutan dan yang lainya dari kesemak-semak, dan anda pun menjadi mau menangkapnya yang mana, jika anda terlama berfikir atau bahkan menginginkan keduanya bisa jadi anda tidak dapatkan kelinci satupun, karena teman anda akan segera mengambil kesempatan tersebut.



Dalam ilmu NLP (Neuro-Linguistic Programming) ada salah satu teknik namanya WFO (Well Formed Outcome) yaitu sebuah teknik yang sangat bermanfaat dalam merancang, menyusun dan merealisasikan hasil, tujuan atau impian yang mau dicapai (Goal). WFO merupakan salah satu strategi dasar bagi seorang praktisi NLP, ketika ingin merancang suatu tujuan agar dapat direalisasikan dengan baik dan tepat sasaran.

Dengan Teknik WFO ini kita akan merasa penuh daya untuk mencapai apa yang kita  targetkan. Ada pula yang mengatakan, dengan WFO ini kita sudah “Merasa” benar-benar yakin untuk mendapatkan apa yang menjadi Goal kita dengan berbagai kemungkinannya. Dan, karena inilah maka bagi seorang praktisi NLP tidak mengenal kata gagal, yang ada hanyalah feedback dari apa yang telah diusahakanya saja.

Dengan begitu, tujuan yang mau di dapatkan sudah menjadi yang sangat layak ia dapatkan. Jadi, dalam merancang suatu hasil, tujuan, impian (outcome) ada baiknya memenuhi kriteria berikut :
  1. Ungkapkan dalam kalimat positif.
  2. Pastikan outcome berada penuh dalam kendali penuh / dalam jangkauan kita
  3. Upayakan se spesifik mungkin / detail 
  4. Memiliki tolok ukur dan bukti secara indrawi
  5. Kontekstual /sesuai dengan bidangnya
  6. Memiliki sumber daya yang diperlukan
  7. Mempertimbangkan keselarasan (ekologis/dukungan sekitar)
  8. Tetapkan langkah pertamanya untuk memulainya.



Kunci keberhasilan : Lakukan dengan senang hati, bila belum berhasil itu bukan gagal melainkan hanya feedback dari apa yang telah anda lakukan, lakukan evaluasi lagi sambil menikmati Kopi Gula Semut,  dan lakukan perbaikan hal-hal apa saja yang perlu perbaiki, lakukan lagi, seterusnya begitu hingga berhasil

INTINYA anda butuh FOKUS pada SOLUSI atau Outcome yang menjadi GOAL Anda.

"Target Boleh KAKU dan Cara Harus Fleksibel"


Karena hidup adalah tentang memilih, bijaklah dalam memilih 

"Don't Be Afraid to Give Up the Good to Go For The Best"

(John D. Rockefeller)

2 comments:

TAHUKAH ANDA?, MASA ANAK-ANAK YANG SANGAT BERPENGARUH PADA MASA DEPAN | SADAR PARENTING

PERISTIWA KECIL DI MASA ANAK-ANAK YANG SANGAT BERPENGARUH PADA MASA DEPAN ditulis oleh : Danang Baskoro, M.Psi., Psikolog. Seorang Psikolog...